Detail Berita




Peran industri bagi sekolah menengah kejuruan merupakan hal yang paling utama. Selain untuk mengenal dunia kerja secara nyata, juga untuk mengetahui perkembangan atau update terbaru yang terjadi di industri.

Hal ini yang mendasari SMKN 5 Malang menghadirkan pelaku industri, salah satunya dari Indiekraf untuk bekerjasama mengadakan workshop bagi siswa siswinya, Kamis (30/9).

Chief Creative Officer sekaligus Co Founder PT Indiekraf Indonesia Digital Kreatif, Fariz Rizky Wijaya yang menjadi guru tamu mengatakan workshop dari Indiekraf dibagi menjadi tiga bagian. Yakni workshop copywriting dan marketing pada hari pertama, dilanjutkan dengan workshop desain pada hari kedua dan workshop bisnis di hari ketiga.

“Kemarin kami sampaikan materi copywriting dan marketing. Kita membuat sesuatu itu harapannya on market, market sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Tidak hanya sekedar mendevelop produk. Untuk hari ini kita lebih ke product developnya. Outputnya di desain. Untuk besok lebih ke bisnis, wawasan tentang entrepreneur. Jadi lebih ke arah bisnis modelnya seperti apa itu teman teman minimal tahu. Saya rasa ini penting untuk basic awal,” jelas Fariz, sapaannya disela workshop.

Tidak hanya membagikan pengetahuan saja, Fariz mengatakan pada workshop itu juga diberikan rekomendasi software yang disebut sangat pas bagi siswa. Software itu merupakan alternatif dari software mainstream selama ini seperti Adobe Photoshop atau Adobe Ilustrator.

“Karena di industri secara legal itu harganya sangat mahal, itu kami berikan alternatif tools yang dia itu legal dan free. Harapan kami juga bisa memberikan edukasi sejak dini untuk memberikan wawasan bijak dalam menggunakan software. Karena ketika di industri, hal seperti itu ada konsekuensinya,” tegasnya.

Fariz sendiri menyebut siswa siswi yang menjalani workshop ini merupakan siswa yang sangat berpotensial. Hal itu dikarenakan daya serap dalam memahami materi dinilai Fariz begitu tinggi.

“Artinya secara literasi digital mereka sebenarnya sudah cakap. Kemampuan untuk memahami software itu cepat paham. Yang perlu ditekankan lagi tentang bagaimana prespektif setiap membuat sesuatu harus dikonsep lebih dahulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Guru Produktif Multimedia SMKN 5 Malang Dian Purwanto S.Pd mengatakan pihaknya memang sangat membutuhkan kehadiran dari dunia industri. Karena selain transfer teori, pihaknya juga membutuhkan realita yang terjadi di tengah masyarakat.

“Kalau industri itu lebih up-to-date karena memang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Sedangkan kita di sekolah kadang masih terkotakkan dengan kurikulum. Maka kita harus menggandeng industri,” terangnya.

Workshop ini pun disambut antusias oleh siswa siswi SMKN 5 Malang. Salah satunya siswa dari Kelas X Kriya Tekstil 2 Mayanda Olivia. Ia mengaku sangat membutuhkan workshop semacam itu untuk menunjang masa depannya.

“Menurut saya untuk di era sekarang itu memang sangat butuh. Karena semua serba canggih, hampir semua pakai internet, termasuk ketika menjual sesuatu juga pakai internet. Jadi harus banyak belajar seperti ini,” tuturnya.

sumber: https://newmalangpos.id/adaptasi-pesatnya-industri-smkn-5-malang-gelar-workshop

Tags: smkn5 malang, adaptasi terhadap dunia industri, workshop