Disable Preloader

Detail Berita



Demand oriented 
merupakan suatu konsep yang lebih mendasari pembelajaran berbasis Teaching Factory (TEFA). Hal tersebut membekali para peserta didik dengan karakter kewirausahaan (technopreneurship) dan melibatkan dunia usaha atau industri sebagai mitra utama. Hal ini akan terwujud melalui pola Teaching Factory. Kerjasama (partnership) yang dibangun secara sistematis dan berdasarkan pada win-win solution menjadikan teaching factory sebagai penghubung antara dunia pendidikan dengan dunia usaha/industri yang akan mendorong terjadinya transfer teknologi guna meningkatkan kualitas guru dan softskill bagi peserta didik. 

Bentuk pembelajaran berbasis TEFA, dimana teori belajar di sekolah digabung dengan pendekatan berbasis produksi ada sinkronisasi tuntutan dan standar pendidikan kejuruan dengan industri.TEFA merupakan pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis. Metode pembelajaran khusus untuk menciptakan lulusan berkompeten dan siap kerja.
 Tim Direktorat menjadikan SMK Negeri 5 Malang menjadi salah satu sekolah revitalisasi. Semua jurusan mendapatkan tawaran penerapan TEFA, namun jurusan yang baru dapat menerapkan kelas TEFA adalah jurusan kriya keramik dan kriya tekstil. Untuk menunjang hal tersebut, kurikulum SMK Negeri 5 menerapkan sistem non blok, yaitu jadwal produktif pada minggu pertama dan ketiga, lalu non produktif pada minggu kedua dan keempat.

 “TEFA merupakan program dari Direktorat PSMK untuk menyiapkan kebutuhan akan tenaga terampil dan siap kerja. Maka, TEFA berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa. Pembelajaran diarahkan seperti halnya pada dunia kerja, sehingga mampu menciptakan lulusan yang siap kerja dan berkompeten sesuai dengan harapan dunia industri, ujar Pak Nurcholis (Ketua Jurusan Kriya Tekstil SMK Negeri 5 Malang).”
Beliau juga menambahkan jika TEFA mengambil bentuk kelas kerjasama khusus antara mitra industri dan sebuah SMK atau lembaga pendidikan kejuruan. Dengan demikian, peserta didik berlatih keterampilan mereka di dua tempat, yaitu di laboratorium yang dimiliki oleh SMK atau lembaga kejuruan, dan di pabrik-pabrik sebenarnya yang dimiliki oleh mitra industri.

Penulis : Nanang Torres

Peliput : Dody

Tags: tefa,batik piranha, kriya tekstil