Disable Preloader

Detail Berita

Hingga detik ini tercatat bahwa impact bencana global Pandemi Covid-19 di seluruh penjuru Bumi belum sepenuhnya mereda apalagi terselesaikan. Data korban yang terjangkit maupun meninggal dunia bahkan terus bertambah. Terlebih di negara tercinta kita ini, hal ini diperkuat dengan keterangan Achmad Yurianto juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona di Indonesia, yang menjelaskan bahwa sampai saat ini identifikasi jumlah korban yang positif terpapar virus covid-19 di Indonesia mencapai angka 68 ribu orang lebih. Hal ini menunjukkan betapa masih sangat seriusnya pandemi ini mendera penjuru negeri. Banyak problem yang mendasari hal ini, hingga permasalahan tak kunjung tuntas. Imbas yang dilahirkan dari bencana ini melumpuhkan hampir sebagian besar di berbagai sektor bidang.

Salah satu bidang yang terkena dampaknya adalah sektor pendidikan. Pendidikan lahir sebagai satu-satunya ruang yang mampu mengembangkan kualitas sumber daya manusia secara utuh. Terlebih jika ugenitas Pendidikan dikaitkan dengan masa depan serta kemajuan sebuah negara. Bahkan, para pakar sepakat bahwa salah satu yang mempengaruhi masa depan sebuah negara adalah kualitas pendidikanya. Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Daoed Joesoef, saat menjadi narasumber pada lokakarya "Penajaman Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan" tahun 2011, beliau mengatakan “Ketahanan dan kekuatan suatu bangsa terletak pada bidang pendidikan”.

Hal di atas mempunnyai arti bahwa pada dimensi inilah generasi penerus bangsa haruslah dipupuk kualitas akademik dan karakter pribadi maupun sosialnya, guna menguatkan ketahanan serta kekuatan masa depan bangsa ini. Disisi lain imbas dari pandemi ini masih memaksa pemerintah untuk tetap memberikan maklumat agar dunia pendidikan masih dilaksanakan dengan daring sampai dengan waktu yang belum dapat ditentukan. Pemerintah memutuskan hal ini sebagai satu-satunya solusi yang mampu memutus penyebaran covid ini yang masih merajalela. Pemerintahpun memperkirakan bahwa tatap muka didunia pendidikan dapat dilaksanakan, kemungkinan pada awal tahun 2021 dengan tetap meninjau kembali perkembangan situasi pandemi covid-19 ini, (Menko PMK, Muhadjir Effendy-portaljember).

Lumpuhnya dunia pendidikan secara kuantitas terjadi hampir di seluruh penjuru bumi. Bahkan, tercatat negara-negara maju yang memulai tatap muka pada ruang pendidikanya dipaksa untuk memulangkan kembali pendidik dan peserta didik pada pembelajaran dirumah melalui online, seperti yang terjadi di Finlandia dan Korea selatan, karena imbas dari Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda, bahkan lebih membahayakan jika tatap muka dalam dunia pendidikan tetap dipaksakan. Demi memutus rantai penyebaran virus covid-19 lembaga pendidikan akhirnya ditutup kembali. Dan tetap melaksanakan pembelajaran secara daring sebagai solusinya.

Meninjau akan hal tersebut, di satu sisi kita menyadari bahwa satu-satunya solusi  yang dapat disajikan demi keberlangsungan pendidikan adalah dengan cara online, sementara di sisi lain semua orang sepakat bahwa kualitas tatap muka dalam dunia pendidikan tidak bisa tergantikan peranya, apalagi dengan pembelajaran daring, pengaruh essensi hadirnya pendidik dan peserta didik jelas membawa dampak pada atsmosfer berbeda jika dibandingkan dengan pembelajaran daring dirumah. Jelaslah hal ini akan berpengaruh pada kualitas pendidikan itu jika para ahli dan praktisi dunia pendidikan tidak segera  mempunyai cara jitu untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kalaupun sudah, strategi tersebut tidak akan berjalan lancar sesuai tujuan utamanya jika  hanya dikerjakan sekelompok sub bidang tertentu dalam lembaga. Maka, diperlukan kerjasama secara komprehensif diseluruh sudut dimensi bidang pendidikan.

Problematika pendidikan yang dilahirkan oleh Pandemi Covid-19 ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang tidak mudah, yang mana harus diselesaikan bersama pula secara menyeluruh untuk dicarikan terobosan-terobosan yang terukur untuk mendukung jalanya pendidikan yang saat ini sedang dihijrahkan kerumah melalui media online agar  tetap berkualitas dan tidak terhambat laju nilainya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada.

Dewasa ini dunia pendidikan sudah dipastikan harus bermitra dengan teknologi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Memanfaatkan teknologi akan membantu line Pendidikan di era “New Normal” dapat berjalan sesuai kaidahnya dengan efektif dan efisien. Namun hal itu tidaklah cukup, mengingat bahwa kualitas dunia pendidikan tidak berada pada satu titik bidang saja, namun banyak bidang yang berpengaruh untuk menentukanya.

Ketika perihal ini dikaitkan kedalam dimensi mikro masing-masing lembaga pendidikan  secara internal, maka hal tersebut tidaklah selesai apabila yang menangani hanya dibidang kurikulum lembaga, dibutuhkan peran Humas lembaga Pendidikan untuk menjembatani serta menyampaikan tujuan sekolah secara kreatif dan komunikatif yang akan berpengaruh pada kualitas pendidikan dengan menfasilitasi serta mempersiapkan segala sarana prasarana daring yang dibutuhkan oleh pendidik dan mampu dipahami dengan baik oleh wali murid dirumah. Wali murid saat ini juga memegang peran vital sebagai pengawas sekaligus controlling akan jalanya pembelajaran secara daring bagi putra-putrinya dirumah.

Berbicara tentang Humas, tidak selalu diidentikan dengan hal yang berkaitan dengan promosi maupun perbaikan citra lembaga saja. Namun lebih dari itu, humas mempunyai peran vital dalam mensinergikan jalanya komunikasi antara publik internal maupun eksternal suatu lembaga pendidikan. Lebih jauh lagi di era pandemi ini humas juga berperan penting membantu akan kerberlangsungan serta kualitas pembelajaran yang ada disekolah. Hal ini diungkapkan oleh pakar humas pendidikan Yosial Iriantara dalam bukunya berjudul “Manajemen Strategis Public Relations”. Yosial mengatakan bahwa kualitas pendidikan juga dipengaruhi bagaimana sekolah dapat menyampaikan tujuan lembaganya pada publik (siswa & wali siswa) secara baik, karena pendidikan tidak hanya berbicara pada lembaga, namun memerlukan  kerjasama yang selaras antara lembaga dengan stakeholder (Penerima manfaat). Disinilah uji eksistensi humas lembaga dipertaruhkan kualitasnya, terlebih di era pandemi Covid-19 ini.

Di era inilah Humas memegang peran sebagai mercusuar divisi manajemen yang bertugas menyajikan ruang-ruang berbasis online yang dibutuhkan oleh pendidik agar  kualitas pendidikan tidak berkurang akan kualitasnya. Humas menjadi harapan lembaga sebagai satu-satunya bagian yang mampu menyampaikan tujuan lembaga kepada publik melalui informasi-informasinya. Kemampuan humas dimasa pandemi ini di uji dan harus mampu bertransformasi untuk menjalankan tujuan lembaga pendidikan secara baik didua arah, maka humas diharuskan mampu memainkan perannya untuk membantu lembaga serta divisi kurikulum untuk fokus mendukung kualitas pembelajaran daring dengan mempersiapkan instrumen-intrumen pembelajaran tatap muka secara langsung melalui webinar atau semacamnya, yang pasti disesuaikan dengan kebutuhkan guru serta siswa-siswinya, serta mempersiapkan dan memilah platform-platform mana yang cocok untuk bisa dijangkau oleh peserta didik serta tujuan guru bisa tersampaikan dengan baik. Selain itu Humas juga dapat menghidupkan konten media sosial lembaganya untuk keperluan pembelajaran didalam sarana yang sudah ada seperti website atau media sosial online lainya.

Dengan peran lain (Representasi Fundamental) humas inilah setidaknya sektor pendidikan lembaga dapat tetap menjaga mutu pembelajaran berada pada titik yang berkualitas. Dengan menyelaraskan serta menfasilitasi kebutuhan lembaga, pendidik, peserta didik akan keberlangsungan pembelajaran. Serta mengkorvensi segala bentuk komunikasi yang ada menjadi digitalisasi yang tepat sasaran, efektif dan efisien. Sejalan dengan peran lain humas tersebut, humas dapat menjalankan tugas utamanya dengan aktif menyampaikan perkembangan akan kualitas pendidikanya yang seluruhnya dapat dikemas dengan going digital untuk disajikan pada seluruh stakeholder. Hal itu sekaligus dapat menjadi ajang promosi dan meningkatkan public trust serta citra positif lembaga dengan sendirinya. Jikalau semua lembaga pendidikan mampu menjalankan peran lain humas dalam lembaganya dengan baik dan komprehensif, saya yakin, kualitas pembelajaran melalui daring diera pandemi ini akan minim masalah dan tetap berada pada titik kualitas nomor wahid.

Penulis : Sangga Cumbuan Kejora, M.Pd

Profesi            : Pendidik & Paktisi Humas Lembaga Pendidikan di Kota Malang.

Tags: representasi fundamental humas, lembaga pendidikan, covid-19, sangga cumbuan kejora