Detail Berita

Berbagai teknik pembuatan produk tekstil telah diajarkan oleh guru pembimbing jurusan kriya tekstil. Setiap teknik bila dilakukan dengan benar, tentu dapat menjadikan produk yang dihasilkan bukan hanyak bernilai seni yang baik pula, namun juga memiliki nilai jual yang tinggi. Salah satu teknik yang digunakan tersebut adalah printing.

Batik printing menjadikan proses pembuatan batik yang awalnya sangat lama dan membutuhkan beberapa tahapan (batik tulis dan batik cap), menjadi lebih singkat dengan hasil yang lebih rapi. Proses pembuatan batik pada umumnya dimulai dari pembuatan desain pola pada kain, pemberian motif garis dengan menggunakan malam (nyanting), pencelupan warna, pemasakan hingga pengeringan. Dengan menggunakan teknik batik printing yang menggunakan screen sabagai pencetak motif dalam kain, menjadikan proses pembuatan batik printing manjadi lebih mudah dan cepat. Pada umumnya proses pembuatan batik printing sangat mirip dengan sablon, yaitu menggunakan screen yang sudah disinari sebagai cetakan motif, kemudian diusap dengan warna diatas kain yang telah disediakan sehingga menjadi motif batik yang diinginkan. Demikan secara singkat penjelasan tentang tektik batik printing yang telah dijelaskan oleh Nurkholis kepada kami.

Jurusan kriya tekstil selalu berinovasi dalam upaya menjalankan program teaching factory dari direktorat SMK. Produk-produk sudah dibuat dan siap untuk dipasarkan kepada masyarakat luar sekolah maupun industri, yang merupakan salah satu tahapan dari berlangsungnya metode pembelajaran teaching factory tersebut. Saat ini siswa-siswa jurusan kriya tekstil sedang mengerjakan produk sajadah dengan menggunakan teknik batik printing. Dengan sistem slot teaching factory berjalan, sudah puluhan sajadah sudah selesai dibuat. Umumnya dalam satu kali pembelajaran sistem slot, siswa-siswa jurusan kriya tekstil SMK Negeri 5 Malang bisa menyelesaikan kurang lebih 16 Sajadah.

“Untuk kedepannya, sajadah-sajadah yang telah dibuat siswa kriya tekstil SMK Negeri 5 Malang akan ditawarkan kepada biro perjalanan haji, umroh dan juga dipasarkan untuk menjelang bulan suci Ramadhan dan acara keagamaan Islam lainnya”, imbuh Nurkholis selaku kepala bengkel Tekstil.

Siswa-siswa tersebut sudah dapat membuat sajadah batik printing dengan 4 motif batik yaitu: motif masjid tiga kubah, motif kawung, motif kubah, dan motif masjid kubah tunggal. Untuk 1 produk sajadah batik printing yang dibuat, ditawarkan dengan harga 40.000 rupiah. Harga yang yang cukup terjangkau untuk produk buatan asli siswa-siswa SMK Negeri 5 Malang tesebut.

Dalam prosesnya, program teaching factory produksi sajadah batik printing tidak terlepas dari berbagai kendala yang dialami. Antara lainscreen yang jebol karena kesalahan kerja, mesin jahit yang masih tidak maksimal digunakannya, serta alat cuci screen yang kurang hal itu dapat menghambat proses berjalannya teaching factory jurusan kriya tekstil SMK Negeri 5 Malang

“Semoga kendala kami dapat segera dicarikan solusi yag baik oleh sekolah dan pihak terkait,” tutur fitri selaku sekretaris jurusan kriya tekstil diakhir wawancara.


Peliput: Dody A. Firnandi

Penulis: Dody A. Firnandi

Editor  : Ricky Setya P

Tags: batik printing,tefa,smkn5 malang, tekstile