Detail Berita

Teaching Factory merupakan sebuah metode pembelajaran yang sudah diterapkan oleh SMK Negeri 5 Malang selama kurang lebih satu setengah semester lamanya.Semakin berjalannya waktu, program tersebut kini sudah berkembang semakin matang. Terutama untuk jurusan kriya tekstil yang memang ditunjuk khusus oleh direktorat SMK dalam upaya revitalisasi SMK untuk melakukan program Teaching Factory. Hasil produk yang dihasilkan melalui program teaching factory yang dilakukan oleh jurusan kriya tekstil SMK Negeri 5 Malang, sudah dilirik oleh banyak pihak luar sekolah. Bukan hanya masyarakat luar yang berminat untuk memiliki produk hasil buatan tangan siswa jurusan kriya tekstil tersebut, namun banyak industri atau dunia usaha.Salah satunya Sundari Batik yang secara eksklusif memesan produk hasil karya siswa binaan guru-guru kriya tekstil melalui program teaching factory.

Selendang Batik Cap, merupakan salah satu produk unggulan jurusan kriya tekstil.Selendang Batik Cap adalah produk selendang dengan motif batik yang dibuat menggunakan teknik cap. Sundari Batik secara langsung memesan Selendang Batik Cap kepada kepala Jurusan Kriya Tekstil.

“Sundari Batik dari dulu sudah bekerjasama dengan SMK Negeri 5 Malang dalam rangka penempatan siswa magang atau Prakerin, namun ketika saya berbincang dengan pihak Sundari Batik tersebut tentang program Tefa, tidak menyangka akan dipercaya untuk mengerjakan produk untuk mereka” tutur Nurkholis selaku kepala bengkel kriya tekstil.

Hal tersebut merupakan awalan yang baik agar produk-produk buatan siswa SMK 5 bisa terus bersaing di pasar Industri.

Tidak tanggung-tanggung jurusan kriya tesktil SMK Negeri 5 Malang itu, dipercaya untuk memproduksi Selendang Batik Cap untuk Sundari Batik sebanyak 80 lembar. Keseluruhan selendang yang dipesan oleh Sundari Batik tersebut terdiri dari 4 motif batik, yaitu: batik motif Panjisosi, batik motif liris, batik motif geometris. Pengerjaan selendang batik pesanan tersebut dikerjakan dengan sistem pembelajaran teaching factory 2 slot. Pengawasan ekstra dari tim guru jurusan kriya tekstil tentunya sangat diperlukan.Mulai dari proses desain sampai menjadi Selendang Batik Cap yang siap kirim membutuhkan waktu yang cukup singkat, dengan kurun waktu kurang dari 3 minggu sebanyak 80 lembar selendang batik cap yang dipesan Sundari Batik dapat diselesaikan dengan baik. Untuk selembar selendang baik cap, jurusan kriya tekstil membandrol harga 28.000 rupiah.


“anak-anak sudah berusaha dengan baik untuk mengerjakan pesanan yang diberikan, tanggapan dari industri sendiri cukup positif atas hasil produk kami, ya mungkin ada beberapa evaluasi dan itu wajar, terutama kerapia jahitan dan serta panjang ukuran yang mingsret (baca: ukuran berubah semakin pendek), maklumlah mesin jahit kami sedang kurang maksimal,” kata Fitri selaku sekretaris jurusan kriya tekstil.

Namun demikian, banyak industri yang sudah siap untuk memesan produk jurusan kriya tekstil. Seperti Sundari batik yang tidak akan berhenti pada selendang batik cap saja, namun dalam waktu dekat akan memesan bahan sandang dengan motif klasik. Dukungan dari industri luar sekolah sangat membantu perkembangan program teaching factory di SMK 5 menjadi semakin baik

 

Peliput: Dody A. Firnandi

Penulis: Dody A. Firnandi

Editor  : Ricky Setya P

Tags: tefa,smkn5 malang