Disable Preloader

Detail Berita



Pada tahun 2017, Kemendikbud telah menunjuk 125 SMK yang mendukung prioritas pembangunan nasional sebagai  sekolah-sekolah revitalisasi. Di Malang, SMK Negeri 5 mendapatkan kehormatan untuk menjadi satu dari sekian ratus SMK percontohan tersebut. Adapun dipilihnya SMK Negeri 5 Malang, karena menjadi salah satu prioritas yang benar disebutkan oleh Kemendikbud. Prioritas yang dimaksud yakni, kemaritiman, pariwisata, pertanian (ketahanan pangan), dan industri kreatif.

SMK Negeri 5 Malang memiliki kelebihan dalam bidang industri kreatif. Seperti kriya tekstil, kriya kayu, dan kriya keramik. Di Malang sendiri, SMK Negeri 5 merupakan satu-satunya sekolah kejuruan yang memiliki jurusan dengan ketrampilan tersebut. Tak pelak, hal itu lah yang menjadi keotentikan ketimbang sekolah-sekolah kejuruan yang lain.

Terpilihnya menjadi salah satu SMK revitalisasi, semenjak tahun ajaran 2018/2019, SMK Negeri 5 Malang telah mulai menerapkan sistem pembelajaran yang berorientasi pada teaching factori (kemudian disingkat menjadi TEFA) dan penerapan kelas industri. Jurusan yang menjadi fokus dari kedua orientasi tersebut adalah kriya tekstil dan kriya keramik. Untuk kedepannya, diharapkan masing-masing jurusan dapat berkolaborasi sehingga dapat menerapkan kedua sistem tersebut.

Di kriya keramik, penerapan kelas industri telah dimulai semenjak kesepakatan kerjasama dengan Industri Paulo Keramik yang berlokasi di Kota Probolinggo. Pun demikian, kelas industri dan TEFA hanya sedikit pembeda. Yakni kelas industri telah melalui proses kontrak nota kesepahaman. Secara umum, baik TEFA maupun kelas industri menerapkan sistem pembelajaran berbasis produk atau bisnis. Pembelajaran melalui tersebut menekankan proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen. Sehingga setelah siswa lulus dari sekolah kejuruan nanti, diharapkan sudah tidak asing dengan kondisi pabrik atau industri serta bisa bekerja dengan cekatan karena sebelumnya telah memiliki pengalaman yang cukup.

Menurut Fajar (pendamping kelas industri dari Direktorat Pembinaan SMK), ada beberapa pembeda yang jelas ketika sekolah telah menerapkan sistem kelas industri dan TEFA. Pertama, jelas sekolah akan mendapatkan bantuan dari Dinas berupa dana yang digunakan untuk perbaikan sistem. Perbaikan tersebut bisa berupa pelatihan kepada guru, bantuan sarana prasarana, maupun perangkat mengajar. Kedua, adalah perancangan tempat belajar yang sesuai atau mendekati desain industri. Ketiga, menghasilkan lulusan yang siap untuk bekerja di industri. Dan keempat, kompetensi yang di desain sekolah bisa sedemikian rupa menyamai industri.

“Dengan ditunjuknya SMK Negeri 5 Malang menjadi salah satu SMK revitalisasi, akan hadir prospek yang begitu bagus. Karena industri-industri di sekitar sangat mendukung. Ini adalah titik terang bagi SMK Negeri 5”. Ujar pria yang juga menjadi instruktur PPPPTK kesenian di Jogja tersebut.

Penulis : Ricky
Peliput : Dody

Tags: smkn 5 malang, kerjasama industri, tefa